1. Telinga berada di samping kepala, bukan di depan.
Mengajarkan bahwa tidak semua hal harus kita lihat sendiri; terkadang cukup mendengar dan memahami.
2. Telinga memiliki dua, tetapi mulut hanya satu.
Mengajarkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara.
3. Telinga bisa mendengar pujian dan kritikan.
Mengajarkan agar tidak terlalu tinggi karena pujian dan tidak terlalu jatuh karena kritikan.
4. Telinga tidak memilih suara yang masuk.
Mengajarkan bahwa kita tidak selalu bisa mengendalikan apa yang orang katakan, tetapi kita bisa memilih mana yang perlu kita jadikan pelajaran.
5. Telinga memiliki batas kemampuan mendengar.
Mengajarkan bahwa dalam hidup, kita juga perlu tahu kapan harus berhenti mendengarkan suara orang lain dan mulai mendengarkan diri sendiri.
Intinya: Telinga mengajarkan kita bahwa menjadi dewasa bukan hanya tentang mampu berbicara, tetapi juga tahu kapan harus mendengar dan kapan harus mengabaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar